Sistem
Informasi Manufaktur
DEFINISI
SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Manufaktur, dalam arti yang paling luas, adalah
proses merubah bahan baku menjadi
produk. Proses ini meliputi:perancangan produk,
pemilihan material dan tahap‐tahap
proses dimana produk tersebut dibuat.
Definisi manufaktur secara umum adalah suatu
aktifitas yang kompleks yang
melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktifitas
perancangan produk, pembelian,
pemasaran, mesin dan perkakas, manufacturing,
penjualan, perancangan proses, production control, pengiriman material, support
service, dan customer service.
Sistem Informasi Manufaktur adalah suatu sistem
berbasis komputer yang bekerja
dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional
lainnya untuk mendukung
manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang
berhubungan dengan manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap
bertumpu pada input, proses dan output.
Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi
yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian
proses untuk memproduksi barang atau jasa. Suatu system manufaktur pada
dasarnya terdiri dari empat fungsi dasar yaitu perencanaan produk, perencanaan
pengendalian dan proses transformasi data menjadi informasi.
Penggunaan teknologi computer pada masing-masing
fungsi tersebut menghasilkan teknologi CNC (Computer Numerical Control),
FMS(Flaksibel Manufacturing System), CAD (Computer Aided Design), CAPP(Computer
Proses Planning), CAM(Computer Process Planning), DNC (Direct/Distributed
Control), dan CAPM (Computer Aided Production Management). Usaha untuk
mengintegrasikan proses- proses manufaktur berupa konsep FMS.
FMS merupakan system terintegrasi yag terdiri dari
mesin CNC, alat penanganan material otomatis, dan alat penanganan perkakas.
Perkembangan jaringan computer yang memungkinkan menghubungkan fungsi
CAD/CAPP/CAM dengan jaringan produksi dilantai DNC. Usaha untuk
mengintegrasikan CAD/CAPP/CAM/DNC dengan system perencanaan dan pengendalian
manufaktur /system informasi logistic merupakan usaha untuk menuju CIM.
Tujuan
Sistem merupakan kesatuan dari banyak hal yang
terintegrasi untuk menjadi sebuah fungsi atau menghasilkan tujuan tertentu.
Sistem Informasi Manufaktur (SIM) bertujuan menghasilkan informasi manufaktur
yang berguna untuk perusahaan. Dimana tujuan perusahaan manufaktur adalah
memaksimalkan keuntungan produksi.
SISTEM
PEMROSESAN MANUFAKTUR
Sistem Informasi Manufaktur (SIM) termasuk dalam
kerangka kerja Sistem Informasi Manajemen (SIM) secara keseluruhan. SIM lebih
menekankan kepada informasi-informasi yang terkait dengan proses produksi yang
terjadi dalam sebuah produksi, mulai dari input bahan mentah hingga output
barang jadi, dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi.
Input Data/Informasi
Input data berupa data internal dan data eksternal,
data internal merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses
pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya
manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara
keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi
perawatan, dan lain‐lain.
Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal
dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data
menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai
dari awal hingga akhir proses.. Contoh data eksternal adalah data pemasok
(supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.
Sub Sistem Input
Sub sistem input terdiri dari
a. Sistem informasi akuntansi
Mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi
manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan
pemasok. Sebagai contoh, pegawai produksi memasukan data ke dalam terminal
dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media
berbentuk dokumen dengan bar code yang dapat dibaca secara optik atau dengan
tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis‐garis catatan yang
dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut ditransmisikan
kekomputer pusat untuk memperbarui database.
b. Sub sistem industrial engineering (IE)
Industrial Engineering merupakan analisis sistem
yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran‐saran perbaikan.
Industrial engineering terdiri dari proyek‐proyek
pengumpulan data khusus dari dalam perusahaan yang menetapkan berapa lama waktu
yang dibutuhkan untuk suatu produksi.
c. Sub sistem intelijen manufaktur
Sub sistem intelijen manufaktur berfungsi agar
manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber‐sumber pekerja,
material dan mesin. Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen manufaktur
adalah :
1. Informasi pekerja, manajemen manufaktur harus
memperhatikan serikat pekerja
yang
mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak
berjangka
maupun borongan.
2. Sistem formal, manajemen manufaktur memulai arus
informasi pekerja dengan
menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan ke
departemen sumber daya manusia dan data dari berbagai elemen lingkungan yang
menghubungkan kepada pihak pelamar.
3. Sistem informal, arus informasi antar pekerja dan
manajemen manufaktur sebagaian
besar
bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan manajer
mereka.
PROSES
Proses pengolahan data menjadi
informasi selalu diidentikkan dengan Database Management System (DBMS). DBMS
ini identik dengan manajemen data, dimana data yang ada harus dijamin akurasi,
kemutakhiran, keamanan, dan ketersediaannya bagi pemakai, bertujuan agar dalam
penggunan informasi tidak terjadi kekeliruan.
Kegiatan yang terjadi di dalam manajemen data adalah
:
1. Pengumpulan (pendokumentasian) data
2. Pengujian data, agar tidak terjadi inkonsistensi
data
3. Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan
kemutakhiran data.
4. Keamanan data, untuk menghindari kerusakan dan
penyalahgunaan data.
5. Pengambilan data, bisa dalam bentuk laporan,
untuk memudahkan pengolahan data yang
lain.
Seperti halnya data input, pengolahan data menjadi
informasi memerlukan proses khusus dengan menggunakan metode perhitungan yang
sesuai dengan kebutuhan industri yang bersangkutan. Apabila kita belum
mengetahui keinginan informasi dari pihak eksekutif, pengolahan data yang ada
dapat menimbulkan cost yang inefektif dan inefisiensi.
OUTPUT
Sub Sistem Output
Adalah informasi yang dihasilkan dari hasil
pengolahan data yang dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu produksi, persediaan
dan kualitas, dimana ketiganya ini tidak meninggalkan unsur biaya yang terjadi
di dalamnya.
a. Sub sistem produksi
Adalah segala hal yang bersangkutan dengan proses
yang terjadi disetiap divisi kerja
ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal
waktu, menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya.
b. Sub sistem persediaan
Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena
menggambarkan investasi yang
besar dimana suatu barang dipengaruhi oleh jumlah
unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya, dan tingkat persediaan rata‐rata dapat diperkirakan
dari separuh kuantitas pesanan ditambah safety stock. Subsistem persediaan
memberikan jumlah stok, biayaholding, safety stock , dan lain‐lain berdasarkan hasil
pengolahan data dari input, biasanya memiliki proses pembelian (purchasing) dan
penyimpanan (inventory). Dan fungsi dari sub sistem persediaan adalah mengukur
volume aktifitas produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi
bahan jadi.
c. Sub sistem kualitas
Adalah semua hal yang berhubungan dengan kualitas,
baik waktu, biaya, performa kerja,maupun pemilihan supplier. Fungsi dari sub
sistem kualitas adalah mengukur kualitas material saat material diubah. Banyak
hal lain yang bukan unsur mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur
kualitas seperti proses (Process Control), Perawatan (Maintenance), dan
Spesifikasi (Specification) baik produk jadi maupun material. Sub sistem
kualitas mempunyai pendekatan khusus untuk meningkatkan kualitas produksinya
dengan menggunakan total quality management (TQM) yaitu manajemen keseluruhan
perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang
penting bagi semua pelanggan. Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah :
•
Kualitas ditentukan oleh pelanggan dan manajemen yang digunakan
• Kualitas dicapai oleh manajemen
•
Kualitas adalah seluruh tanggung jawab seluruh penghuni perusahaan
PERENCANAAN
SISTEM INFORMASI MANUFACTUR
Ruang lingkup sistem informasi manufaktur meliputi
Sistem perencanaan manufaktur,
Rencana produksi, Rencana tenaga kerja, Rencana
kebutuhan bahan baku dan Sistem
pengendalian manufaktur
Setiap sistem harus memiliki paling sedikit tujuh
elemen yang saling bekerja sama agar mencapai tujuan dari sistem tersebut.
Ketujuh elemen dari sistem itu adalah: (1) tujuan (objectives), (2) pelanggan
(customers), (3) output, (4) proses, (5) input, (6) pemasok (supplier), dan (7)
pengukuran (measurements). Berdasarkan konsep umum tentang suatu sistem, maka
dapat dibangun suatu sistem manufaktur dan manajemen sistem manufaktur.
Manajemen sistem manufaktur terdiri dari dua konsep,
yaitu: (1) konsep manajemen, dan (2) konsep sistem manufaktur. Suatu sistem
manufaktur mengkonversi input yang berasal dari pemasok menjadi output untuk
digunakan oleh pelanggan, sedangkan manajemen
sistem
manufaktur memproses informasi yang berasal dari sistem manufaktur,pelanggan,
dan lingkungan melalui proses manajemen untuk menjadi keputusan atau tindakan
manajemen guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari sistem manufaktur
itu.
Sistem manufaktur yang efektif dan efisien
membutuhkan integrasi dari banyak subsistem yang mempengaruhi dan mengendalikan
proses manufaktur, guna memberikan kemampuan perusahaan untuk mencapai
tujuannya.
Berdasarkan kenyataan diatas, maka
perusahaan-perusahaan manufaktur yang akan mendominasi pasar di abad 21 adalah
perusahaan yang memiliki dedikasi total kepada pelanggan untuk memenuhi
kebutuhan dan ekspektasi mereka. Agar industri manufaktur menjadi kompetitif
dalam pasar global yang dinamik, maka industri itu membutuhkan sistem informasi
terintegrasi yang mampu memberikan informasi secara komprehensif kepada
manajemen untuk membuat keputusan-keputusan manajerial secara akurat.
Dengan demikian melalui sistem informasi
terintegrasi yang akurat dan proses manajemen manufaktur yang efektif, akan
menghasilkan keputusan manajemen yang tepat untuk peningkatan terus-menerus
dari sistem manufaktur itu. Dengan kata lain sistem informasi terintegrasi akan
memberikan suatu keunggulan kompetitif bagi sistem manufaktur.
PENGENDALIAN
SISTEM INFORMASI MANUFACTUR
Pengendalian sistem informasi manufactur terbagi
atas dua yaitu :
•
Pengendalian Proses
Pengendalian proses adalah penggunaan komputer untuk
mengendalikan proses fisik yang berlangsung. Pengendalian proses dengan komputer
biasa digunakan untuk mengendalikan proses fisik dalam penyulingan minyak,
pabrik semen, pabrik kimia, dan lain sebagainya. Program pengendalian proses
menggunakan model matematika untuk menganalisa data yang dibangkitkan oleh
proses yang sedang berjalan dan membandingkannya dengan standar yang sudah ada
atau peramalan permintaan.
Sub proses yang pengolahan data maupun pengendalian
prosesnya masing-masing telah dilakukan secara komputasi,
digabungkan/diintegradikan dalam suatu jaringan kerja (network) yang dipusatkan
kesebuah computer pengendali (server) yang disebut Manager Station. Dengan
demikian terjadi proses pertukaran informasi antar masing-masing sub proses
dalam sebuah inisialisasi kondisi tertentu. Manager Station secara otomatis
akan mengolah seluruh data input, serta menghasilkan output berupa perintah
perubahan, perbaikan maupun yang lainnya berkaitan dengan operasional proses.
•
Pengendalian Mesin
Pengendali mesin adalah penggunaan komputer untuk
mengendalikan gerakan mesin, dikenal juga sebagai Numerical Control. Pengendali
peralatan mesin dalam pabrik merupakan sebuah bentuk aplikasi dari Numerical
Control. Program komputer numerikal kontrol untuk peralatan mesin mengubah data
geometrik dari gambar teknik dan instruksi mesin dari rencana proses kedalam
kode numerik sebagai perintah untuk mengendalikan kerja mesin. Pengendali mesin
dapat melibatkan penggunaan mikrokomputer dengan kemampuan khusus yang disebut
dengan Programable logic controllers (PLCs). Alat ini mengoperasikan satu atau
lebih mesin sesuai dengan petunjuk dari program Numerical Control.
APLIKASI
DALAM SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Computerintegrated manufacturing (CIM).
Komputer manufaktur terintegrasi (CIM) adalah
pendekatan pembuatan menggunakan komputer untuk mengontrol seluruh proses
produksi. Integrasi ini memungkinkan proses individu untuk pertukaran informasi
dengan satu sama lain dan melakukan tindakan. Melalui integrasi komputer,
manufaktur dapat lebih cepat dan kurang rawan kesalahan, meskipun Keuntungan
utama adalah kemampuan untuk membuat proses manufaktur otomatis. Biasanya CIM
bergantung pada proses kontrol loop tertutup, berdasarkan input real-time dari
sensor. Ia juga dikenal sebagai desain yang fleksibel dan manufaktur. elemen
CIM adalah design dan manufakturing, dimana manufakturing melengkapi
perencanaan produksi, pengendalian produksi dan proses produksi.
Perhatian utama adalah bagaimana komputer digunakan
sebagai suatu sistem konseptual
dicampur dengan aplikasi dalam sistem fisik oleh
suatu konsep yang disebutcomputerintegrated manufacturing (CIM).
Kombinasi dari aplikasi yang terpisah, seperti CAD
(CAD), manufaktur komputer dibantu (CAM), robotika.
KOMPUTER
SEBAGAI BAGIAN DARI SITEM FISIK
Sistem informasi manufaktur menggunakan komputer
baik secara konseptual maupun
sebagai suatu elemen dalam sistem produksi fisik.
Adapun yang termasuk dalam komputer sebagai bagian dari sistem fisik adalah :
a. Computer Aided Design (CAD)
Program komputer untuk menggambar suatu produk atau
bagian dari suatu produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis‐garis maupun simbol‐simbol yang memiliki
makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. CAD yang
lebih sering disebut Computer Aided Engineering (CAE), melibatkan penggunaan
komputer untuk membantu rancangan produk yang dimanufaktur.
CAD digunakan untuk merancang segala sesuatu dari
struktur rumit seperti bangunan danjembatan hingga bagian‐bagian kecil, memperbaiki
gambar dengan menghaluskan garis.Setelah rancangan itu dimasukkan kedalam
komputer, engineer dapat menempatkan rancangan itu pada berbagai pengujian
untuk mendeteksi titik‐titik
lemah, CAD bahkan dapat membuat bagian‐bagian
tersebut bergerak seperti sedang digunakan. Ketika rancangan itu selesai,
perangkat lunak CAD dapat mempersiapkan spesifikasi rinci yang diperlukan untuk
memproduksi produk itu yang disimpan dalam database rancangan.
CAD telah berevolusi dan terintegrasi dengan
perangkat lunak CAE dan Integrasi itu
dimungkinkan karena perangkat lunak CAD saat ini
kebanyakan merupakan aplikasi
gambar 3 dimensi atau biasa disebut solid modelling
yang memungkinkan
memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita
buat secara realistik dan mempunyai properti seperti massa, volume, pusat
gravitasi , luas permukaan dll.
Contoh Pro/ENGINEER, AutoCAD, Solid Works, Catia,
Unigraphics, ProgeCAD, dan ZWCAD.
b. Computer Aided Manufacturing (CAM)
Penerapan komputer dalam proses produksi dimana
mesin yang dikendalikan komputer seperti bor dan mesin bubut menghasilkan
produk sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh dari database rancangan.
Otomatisasi perusahaan sekarang ini disertai
teknologi CAM, karena produksi dapat
berlangsung lebih cepat dan tepat dibandingkan bila
menerapkan tenaga manusia
seutuhnya sehingga memungkinkan berkurangnya sisa
bahan produksi yang tidak
berguna. CAM biasanya digunakan oleh para insinyur
dan arsitek dalam penerapannya.
c. Robotik (Industrial Robots/IR)
Penerapan komputer yang lain dalam pabrik adalah
robotik industrial. Alat yang secara otomatis menjalankan tugas‐tugas tertentu dalam
proses manufaktur yang memungkinkan perusahaan untuk memotong biaya dan
mencapai tingkat kualitas yang
tinggi, juga digunakan untuk melakukan pekerjaan
yang mengandung resiko seperti
melakukan pekerjaan di tempat yang bertemperatur
tinggi sehingga mengakibatkan
kinerja dan keefektifan robot kurang maksimal.
Tujuan
Sistem
informasi manufaktur berbasis
komputer menggunakan beberapa teknik
dalam mendukung CIM.
CIM adalah konsep
yang menekankan bahwa
tujuan dari penggunaan
komputer dalam automasi
pabrik harus :
•
Dapat mempermudah proses produksi, disain produk, dan pengorganisasian
pabrik sebagai landasan utama dalam proses automasi dan integrasi.
•
Dapat mengautomasi proses produksi dan fungsi bisnis yang mendukung
dengan bantuan komputer dan robot.
•
Dapat mengintegrasikan semua produksi dan proses pendukung menggunakan
komputer dan jaringan telekomunikasi.
•
merampingkan proses manufaktur dan untuk mengintegrasikan mereka dengan
fungsi bisnis lainnya (seperti akuntansi,, pembiayaan pemasaran
mendistribusikan,).
Kegunaan dari CIM yaitu :
•
Menyederhanakan proses produksi,
perancangan produk, organisasi pabrik
•
Menotomasikan proses-proses produksi dan
fungsi-fungsi bisnisnya
•
Mengintegrasikan seluru proses produksi dan pendukungnya
Contoh kasus yang ditangani
Kegagalan suatu implementasi CIM, pada umumnya
disebabkan oleh dua alasan utama.Pertama adalah ketidakmampuan menggunakan
sistem yang dipilih dan kedua adalah ketidak mampuan dalam mengenali teknologi
yang ada sehingga keliru dalam memilih sistem yang tepat untuk diberlakukan.
JIT ( JUST IN TIME )
Dalam komputasi, just-in kompilasi-time (JIT), juga
dikenal sebagai terjemahan dinamis, adalah suatu metode untuk meningkatkan
kinerja runtime program komputer. Secara tradisional, program komputer memiliki
dua mode operasi runtime, baik ditafsirkan atau statis (depan-of-waktu)
kompilasi. [Rujukan?] Kode diinterpretasikan diterjemahkan dari bahasa tingkat
tinggi ke kode mesin terus menerus selama setiap eksekusi, sedangkan
dikompilasi statis kode diterjemahkan ke dalam kode mesin sebelum dieksekusi,
dan hanya memerlukan terjemahan ini sekali.
kompiler JIT merupakan pendekatan hibrida, dengan
penerjemahan yang terjadi terus menerus, seperti dengan interpreter, tapi
dengan caching kode diterjemahkan untuk meminimalkan penurunan kinerja. Ia juga
menawarkan keuntungan lain melalui kode statis dikompilasi pada waktu
pengembangan, seperti penanganan tipe data akhir-terikat dan kemampuan untuk
menegakkan jaminan keamanan.
JIT dibangun di atas dua ide sebelumnya di
lingkungan run-time: kompilasi bytecode dan kompilasi dinamis. Ini mengubah
kode pada saat runtime sebelum dijalankan native, misalnya untuk bytecode
menjadi kode mesin asli.
lingkungan runtime Beberapa modern, seperti
Microsoft NET. Framework dan implementasi sebagian besar Jawa, bergantung pada
kompilasi JIT untuk eksekusi kode berkecepatan tinggi.
JIT
mendasarkan pada delapan kunci utama, yaitu:
1.
Menghasilkan produk sesuai jadwal yang didasarkan pada permintaan.
2.
Memproduksi dalam jumlah kecil.
3.
Menghilangkan pemborosan
4.
Memperbaiki aliran produksi
5.
Menyempurnakan kualitas produksi
6.
Orang-orang yang tak dianggap
7.
Menghilangkan ketidakpastian
8.
Penekanan pada pemeliharaan jangka panjang
Pada dasarnya pemborosan di defenisikan sebagai
segala aktivitas yang tidak mempunyai atau memberikan nilai tambah. Dalam
system produksi paling sedikit di kenal tujuh pemborosan, yaitu:
1.
Pemborosan karena kelebihan produksi dari permintaan produksi (pasar)
2.
Pemborosan karena waktu menunggu
3.
Pemborosan karena transportasi dalam pabrik
4.
Pemborosan karena inventori
5.
Pemborosan karena pergerakan(motion)
6.
Pemborosan karena pembuatan produk cacat
7.
Pemborosan karena proses produksi itu sendiri tidak efisien efektif
(apabila produk itu tidak seharusnya di buat atau proses itu tidak seharusnya di gunakan).
STRATEGI
PRODUKSI JUST IN TIME(JIT)
Strategi produksi jit di terapkan pada seluruh
system produksi modern sejak proses rekayasa (engineering). Pemesanan material
dari pemasok(suppliers). Manajemen material dalam industry, sampai kepada
distribusi produksi industry kepada konsumen. Tampak bahwa system industry modern
berorientasi kepada kepuasan konsumen engan jalan mngintgrasikan ketiga
komponen utama, yaitu:
-
Pemasok material(suppliers)
-
Proses fabrikasi(factory proses)
- Dan
pelanggan(costumers), sebagai satu sitem yang utuh.
Beberapa sasaran utama yang ingin di capai dari
system produksi jit adalah:
1.
Reduksi scrap dan network
2.
Meningkatkan jumlah pemasok yang ikut jit
3.
Menigkatkan kualitas proes industry (orientasi zero defect)
4.
Mengurangi inventori (orientasi zero inventori).
5.
Reduksi penggunaan ruang pabrik
6.
Linieritas output pabrik (berproduksi pada tingkat yang konstan selama
waktu tertentu)
7.
Reduksi overhead
8.
Meningkatka produktivitas total industry secara keseluruhan.
Kelebihan
digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan
adalah
sebagai berikut :
1. Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan tepat
waktu karena sistem informasi manufaktur menggunakan komputer sebagai alat
prosesnya.
2. Setiap komponen data dalam sistem informasi
manufaktur dapat menunjang proses pengolahan untuk menjadi informasi yang
berguna bagi departemen persediaan, departemen produksi dan juga departemen
kualitas sehingga keuntungan yang diperoleh perusahaan lebih meningkat karena
informasi yang diperoleh adalah informasi yang akurat dan terpercaya.
3. Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem
database
4. Dengan menggunakan sistem informasi manufaktur
yang berupa fisik robotik, hasil produksi semakin cepat, tepat dan berkurangnya
jumlah sisa bahan yang tidak terpakai.
Kekurangan
digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan
adalah
sebagai berikut :
1. Kegagalan
dalam mengaplikasikan sistem MRP biasanya disebabkan oleh ;
2. Kurangnya
komitmen top manajemen
3. Kesalahan
memandang MRP hanyalah software yang hanya butuh digunakan secara tepat,
4. Integrasi
MRP JIT yang tidak tepat
5. Membutuhkan
pengoperasian yang akurat
6. Terlalu
kaku
Saran :
Saran :
Dimana pada pembahasan di atas saya menyarankan agar
system manufaktur dapet terus berkembang menjadi lebih baik walau kelebihan dan
kekurangan manufaktur sedikit berimbang tapi bagaimanapun system manufaktur
bisa sangat berarti untuku perusahaan yang berani menggunakan system ini.
Sumber :
http://abdullahyudha31.blogspot.co.id/2012/01/sistem-informasi-manufaktur.html
https://hudda7x.wordpress.com/2011/10/21/sistem-informasi-manufaktur/
http://sistemmanufaktur.blogspot.co.id/