Music

Kamis, 30 April 2015

Perusahaan Yang Tak Terkelola (The Unmanaged Company)

Perusahaan Yang Tak Terkelola (The Unmanaged Company)

Beberapa minggu sebelum lulus dari sekolah bisnis, Pablo Cervantes mulai mencari pekerjaan di daerah San Diego, California. Sementara ia membaca melalui iklan baris, matanya tertuju dalam satu iklan khusus. Energik, ingin bergabung dengan perusahaan yang baru dibentuk di bidang pembuangan limbah. Kami mengantisipasi 500 persen pertumbuhan dalam beberapa tahun pertama. Orang yang bergabung dengan tim kami harus melupakan tentang kendala dan peran yang dipaksakan oleh sebagian firma. Kirimkan kami tentang diri Anda, ke Box 7654, di koran ini.
Berpikir bahwa "Apa yang bisa saya kalah?" Cervantes mengirimkan surat. Banyak kejutan untuknya, ia menerima telepon sekitar satu minggu kemudian. Marty Berg, si penelepon, mengatakan ia mewakili Solar Limbah dan ingin bertemu Cervantes. Kedua pria mengatur waktu yang tepat. Cervantes mengikuti petunjuk untuk sebuah bangunan batako di pinggiran wilayah kota.
Berg dikawal Cervantes ke sudut bangunan hampir kosong. Mereka duduk di dua kursi butut berdekatan dengan meja kerja. Jangan biarkan penampilan menipu Anda, kata Berg. Kami memiliki kontrak satu juta dolar di depan untuk bereksperimen dengan matahari lagi – system pembuangan limbah padat didorong. Ini adalah gelombang masa depan. Iklan mengatakan kami mengharapkan pertumbuhan 500 persen dalam beberapa tahun pertama, tapi itu perkiraan konservatif. Sang Pendiri perusahaan adalah seorang ilmiah yang jenius. Dia pikir dia memiliki ide yang tepat untuk menyembuhkan masalah pembuangan limbah dalam iklim yang cerah.
"Kedengarannya bagus untuk saya" kata Cervantes. "Tapi apa pekerjaan yang Anda pikirkan? Saya memiliki latar belakang bisnis. Saya bisa menjual. Saya bisa memecahkan masalah. Saya dapat membantu Anda mengelola perusahaan. Keahlian apa yang Anda cari? Apa yang akan menjadi jabatan pekerjaan saya?"
Sambil tersenyum, Berg memandang Cervantes dan berkata, "Pablo, itulah titik kita mencoba untuk membuat dalam iklan tersebut. Surya Limbah tidak akan memiliki jabatan, tidak ada jabatan, tidak ada deskripsi pekerjaan, dan tidak ada tingkat manajemen. Kami semua akan turun ke lapangan dan melakukan apa saja yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan. Anda harus menyingkirkan persepsi Anda tentang teori organisasi klasik untuk bekerja di sini."
"Anda bermaksud mengatakan, Anda akan mencoba untuk memenuhi kontrak satu juta dolar tanpa melakukan perencanaan apapun, pengorganisasian, memimpin atau mengendalikan?"
"Sekarang kau mendapatkannya. Di sini organisasi tradisional sudah mati. Kami akan bekerja sama sebagai kelompok dan melakukan apa yang perlu dilakukan."
"Tapi setidaknya Anda bisa memberitahu saya apa jabatan saya kan?" tanya Cervantes. "Apakah saya menjadi manajer? Seorang tenaga penjualan? Seorang spesialis?.
"Di sana Anda pergi lagi," kata Berg. "Jabatan mereka akan memiliki relevansi di perusahaan kecil perintis kami. Kami mencari bakat dan ambisi. Kami memiliki produk yang tidak konvensional untuk menawarkan masyarakat, jadi kami ingin sebuah perusahaan yang tidak konvensional untuk melaksanakan misi kami. Tidak akan ada peran tetap bagi siapapun."
"Oke, saya memahami. Tapi bagaimana dengan gaji awal saya jika saya bergabung dengan Surya Limbah. Apa yang akan terjadi?"
"Banyak dunia yang tergantung pada apa yang Anda pikir Anda layak dan berapa banyak uang yang kita miliki untuk berbagi di antara diri kita sendiri. Kami tidak ingin membayar orang dengan gaji tetap setiap bulan. Begitu banyak yang tergantung pada berapa banyak pekerjaan yang kita dapati."
Pada titik ini, telepon Berg berdering. Setelah mengobrol sebentar. Berg mengatakan, "Saya harus mengurus keadaan yang darurat sekarang. Bisakah Anda datang kembali dalam dua puluh menit? Kemudian Anda dapat memenuhi salah satu pendiri dari Surya Limbah. Saya pikir saya melihat beberapa kemungkinan di sini aku tahu dia ingin bertemu dengan Anda."
Cervantes berjalan di seberang jalan untuk mendapatkan minuman ringan dari stasiun layanan mesin penjual otomatis. Pikirnya. "Haruskah aku melompat ke dalam mobil saya dan memutar balik? Atau haruskah saya melihat lebih jauh ke peluang yang berpotensi besar ini?."

 Pertanyaan Kasus
1. Apa pendapat Anda tentang filosofi manajemen Solar Limbah?
2. Akankah struktur organisasi Marty Berg memiliki dalam pekerjaan pikiran? Mengapa atau mengapa tidak?
3. Dari sudut pandang Anda, apakah Marty Berg menggambarkan sebuah impian keberhasilan atau sebuah jebakan? Jelaskan alasan Anda.
4. Apa yang harus Pablo Cervantes lakukan setelah ia selesai meminum minuman ringannya?

Jawaban
1. Filosofi tersebut sebenarnya sangat bagus, akan tetapi jika perusahaan tersebut tidak dapat dikelola dengan baik, maka hasilnya akan sama saja, tidak ada perkembangan yang dapat memajukan filosofi tersebut.
2. Struktur organisasi Marty Berg bekerja dengan tidak melakukan perncanaan ataupun pengelolaan, akibatnya lambat laun pekerjaan yang dilakukan tidak akan berkembang dan maju, sebaliknya malah akan jadi berantakan.
3. Menurut saya, Marty Berg menggambarkan sebuah kegagalan, karena filosofi yang dia jalankan bersama organisasinya tidak menerapkan system manajemen yang baik.
4. Lebih baik Pablo mencari pekerjaan lain, yang sesuai dengan kemampuan yang ia miliki sebagai lulusan sekolah bisnis. Karena masih banyak perusahaan yang lebih baik dalam sistem pengelolaannya dibandingkan dengan organisasi Marty Berg.

Selasa, 28 April 2015

ORGANISASI

ORGANISASI

1.     Tipe atau Bentuk Organisasi
  Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna. Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9). Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder, menurut Hicks;Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu. Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:
1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
   Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Memiliki ciri-ciri:
•      Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
•         Jumlah karyawan sedikit
•         Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
•         Belum terdapat spesialisasi
•         Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
•         Struktur organisasi sederhana dan stabil
•         Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
•         Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
•         Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
•         Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
•         Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
•         Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
•         Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
•         Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
•         Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
•         Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
•         Adanya penghematan biaya
•         Pengawasan berjalan efektif

Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
•         Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
•         Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
•         Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
•         Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
•         Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
•         Kurang tersedianya saf ahli
2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
   Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

Memiliki ciri-ciri:
•         Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
•         Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
•         Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
•         Jumlah karyawan banyak
•         Organisasi besar, bersifat komplek
•         Adanya spesialisasi

Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
•         Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
•         Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
•         Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
•         Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
•         Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
•         Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
•         Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
•         Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli

Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:
•         Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
•         Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
•         Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
•         Pimpinan lini mengabaikan advis staf
•         Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
•         Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
•         Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
•         Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
3. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
  Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Memiliki ciri-ciri:
•         Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
•         Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
•         Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
•         Target-target jelas dan pasti
•         Pengawasan ketat
•         Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
•         Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
•         Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
•         Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
•         Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
•         Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
•         Pembidangan tugas menjadi jelas

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
•         Pekerjaan seringkali sangat membosankan
•         Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
•         Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan
4. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
   Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

Memiliki ciri-ciri:
•         Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
•         Terdapat spesialisasi yang maksimal
•         Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja

Kebaikan organisasi Lini dan fungsional :
•         Solodaritas tinggi
•         Disiplin tinggi
•         Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
•         Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan

Sedangkan keburukannya adalah :
•         Kurang fleksibel dan tour of duty
•         Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
•         Spesiaisasi memberikan kejenuhan
5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
   Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.

Memiliki ciri-ciri:
•         Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
•         Jumlah karyawan banyak.
•         Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
•         Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
•         Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
•         Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
   Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

Organisasi komite terdiri dari :
•         Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
•         Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf

Memiliki ciri-ciri :
•         Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
•         Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
•         Asas musyawarah sangat ditonjolkan
•         Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana
•         Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

Kebaikan Organisasi komite :
•         Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
•         Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil
•         Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
 Sedangkan keburukannya :
•         Proses decision making sangat lambat
•         Biaya operasional rutin sangat tinggi
•         Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

2.Struktur atau Skema Organisasi
  Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.sedangkan. Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi
tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata. Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk Mendatar / horizontal
3. Bentuk Lingkaran / circular
4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)
    Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
1. Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri ke arah kanan atau sebaliknya.
2. Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke arah bidang lingkaran.
3. Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke arah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips ke arah bidang elips
Macam-macam Skema Organisasi

a.       Berdasarkan teknik atau cara membuatnya :
          – Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
          – Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
          – Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
          – Skema organisasi Lingkaran
          – Skema organisasi Gambar

b.Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya :
Skema Organisasi Fungsional
Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.
Skema Organisasi Jabatan
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.
Skema Organisasi Nama
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya
Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
Skema Organisasi Struktur
Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling membantu.

Sumber:
https://zeincom.wordpress.com/2011/10/23/tbo/
https://wayannirwansetiabudi.wordpress.com/2013/10/22/struktur-dan-skema-organisasi/


Sistem Perilaku Organisasi

Sistem Perilaku Organisasi

1.     Organisasi Sebagai Sebuah Sistem
   Definisi sederhana dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain-lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output diperlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang, informasi dan lain – lain. Sistem sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Di dalam organisasi terjadi konversi dari input menjadi output dan di perlukan banyak proses yang saling berhubungan dari fungsi-fungsi struktural yang ada sebagaicontoh RND, Produksi, Accounting, Marketing, IT dan lain -lain. Proses berjalan sampaimenjadi output dan akan di dapat data yang di hasilkan selama berjalan. Diharapkan data dapat diolah menjadi informasi dan di kembalikan kembali ke setiap fungsi departemen dimana akan di gunakan untuk mengukur kinerja, kontrol dan untuk pendukung dari pengambilan keputusan. Ratusan atau ribuan proses ini saling berhubungan dan bekerja sama dapat kita namakan dengan istilah business process. Business process akan berkembang terus sejalan dengan berkembangnya organisasi. Organisasi bukan sekedar shared vision, strategy, structure, system, style, staff and
skills. Organisasi bisa dilihat sebagai sistem sosial, ini cara paling pas melihat organisasi dari perspektif lebih lebar. Inilah cara menterjemahkan “patterns” dan “events”. Pada masa lalu, kita melihat organisasi hanya fokus pada bagian-bagian tertentu. Bila sebuah departemen bekerja bagus sendiri dan tak terkoneksi dengan departemen lainnya, akibatnya organisasi akan menderita. Saat ini, banyak manajer mengakui begitu banyaknya bagian dalam organisasi, khususnya keterkaitan antar bagian seperti koordinasi antara pusat dan daerah, mandor dan buruh dan lain-lain. Para manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja di dalam organisasi dan feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi, manajer tidak serta merta fokus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan melihat pola keterkaitan yang lebih besar. Manajer lebih fokus pada hasil yang ingin dicapai organisasi. Caranya, manajer lebih fokus pada struktur yang bisa menciptakan perilaku yang mempengaruhi tindakan dibandingkan reaktif pada tindakan-tindakan yang selalu berulang sejak masa lalu.
* Teori Sistem dan Berfikir Sistem
   Salah satu terobosan penting dalam melihat dunia yang kompleks adalah teori sistem. Aplikasi teori ini dikenal sebagai analisis sistem. Salah satu alat bantu analisis sistem adalah berfikir sistem. Secara awam, berfikir sistem adalah sebuah cara membantu seseorang melihat dunia, termasuk organisasi dari perspektif yang luas termasuk struktur, pola dan tindakan dibandingkan melihat tindakan secara khusus. Cara pandang yang luas membantu menemukenali isu-isu yang mendasar dan tahu cara paling jitu mengatasinya.
*Karakter Sistem
   Perilaku keseluruhan sistem bergantung pada keseluruhan struktur bukan penjumlahan dari bagian-bagiannya. Struktur menentukan perilaku yang bermacammacam, dan pada gilirannya menentukan berbagai kegiatan. Kerapkali, kita hanyamelihat dan menanggapi tindakan-tindakan. Inilah tindakan-tindakan yang reaksioner. Kita lupa pada skema-skema yang lebih besar. Seringkali di dalam organisasi, kita berfikir bisa memecah belah sistem dan hanya merespon bagian-bagian di dalam sistem atau memilah bagian-bagian dari sebuah topik. Teori sistem mengingatkan kita bila Anda mencincang sebuah gajah, maka Anda tak mendapatkan segerombolan gajah-gajah kecil. Sistem memiliki batas maksimum. Bila kita mencoba menciptakan sistem yang lebih besar, maka sistem itu akan memecah diri untuk mencapai kestabilan baru. Terlalu sering di dalam organisasi, kita selalu mencoba tumbuh dan membesar sampai batas sistemnya. Pada titik ini, kita lagi-lagi hanya melihat tindakan, bukan
perilaku, kebiasaan atau struktur yang mempengaruhinya. Jadi kita hanya berfikir jangka pendek dan selalu menciptakan problem baru. Ciri sistem yang lain yaitu sistem cenderung mencari keseimbangan di lingkungannya. Sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya, cenderung cepat mencapai batasnya seperti feedback dari client atau pelanggan. Relasi sirkular hidup antara keseluruhan sistem dan bagian-bagiannya. Coba perhatikan sebuah organisasi biasanya selalu mengalami problem yang sama dan terus berulang. Problem senantiasa melingkar di dalam organisasi. Dan pada gilirannya, anggota organisasi bisa menemu-kenali pola berulang tapi tidak bias menemukan si siklusnya sendiri. Bila kita bisa menemukan siklus dan sirkularnya, kita bisa melakukan intervensi yang sistemik.
          
2.     Organisasi Sebagai Sistem Sosial
   Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain-lain. Sedangkan pengertian dari sosial adalah manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya (dikutip dari W3dictionary). Dengan demikian system sosial merupakan orang-orang dalam masyarakat dianggap sebagai sistem yang disusun oleh karakteristik dari suatu pola hubungan dimana sistem tersebut bekerja untuk mewujudkan keinginannya. Beberapa hal yang menggambarkan organisasi sebagai system social antara lain dengan adanya organisasi social dan organisasi social. Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi sebagai sistem sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti publik, bisnis, sosial dll. Sebagai contoh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepakbola tidak hanya terpaku pada satu aspek kajian yaitu sepakbola. Bidang-bidang lain juga harus dikaji untuk memajukan organisasi dan mencapai tujuannya memajukan sepakbola Indonesia. Aspek yang dikaji antara lain aspek bisnis, publik dll. Mungkin anda bertanya,”Apa kaitan sepakbola dengan bisnis?”. Pada Zaman sekarang ini olahraga khususnya sepakbola memiliki kaitan dengan aspek bisnis contohnya hak siar televise, iklan sponsor yang dapat menghasilkan income. Kemudian apa hubungannya dengan social? Dalam aspek bisnis, masyarakat merupakan pasar. Sedangkan dalam bidang olahraga masyarakat adalah factor pendukung dimana masyarakat itu sendiri adalah bagian dari social. Berdasarkan contoh di atas, kita tahu bahwa hampir semua pekerjaan dilakukan dalam lingkup sosial. Begitupula dengan organisasi, organisasi akan berjalan dengan baik jika diaturr dengan sistem yang baik sehingga cakupan sosial didalamnya dapat bekerja sesuai pakem yang telah diatur dalam suatu sistem. Cakupan social yang dimaksud adalah pekerjaan, komunikasi serta koordinasi yang dilakukan dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan bersama.
Faktor-faktor Organisasi antara lain (menurut John Willey)
- Manusia
- Teknologi yang digunakan
- Tugas/ kerja
- Budaya organisasi
   Manusia merupakan salah satu factor penting dalam organisasi. Manusia itu sendiri
merupakan makhluk social. Dan dalam organisasi manusia bekerja tidak sendiri, maka
manusia melakukan komunikasi serta koordinasi dalam bekerja. Dengan demikian aspek
social tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dan dapat dikatakan juda bahwa Sistem social itu juga merupakan organisasi dan sebaliknya.

Sumber:

http://dukhonajjib.blogspot.com/2013/04/sistem-perilaku-organisasi.html

Hubungan antara Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja

Hubungan antara Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja

1.     Hubungan Timbal Balik antara Manajemen, Organisasi, dan Tata kerja
    Pengertian manajemen adalah proses kegiatan dan pendayagunaan sumbersumberserta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan. Istilah organisasi dapat diartikan sebagai : wadah sekelompok manusia untuk saling bekerja sama. Proses; pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien. Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien. Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan. Sedangkan, tata kerja merupakan cara untuk melaksanakan kegiatan itu dengan benar dan berhasil sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia guna mencapai tingkat efisiensi yang maksimal.
    Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya. Kegiatan manajemen dan aplikasinya dalam organisasi dan metode:
A. Planning (perencanaan): merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya. Planning merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik dan sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan. Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya bisa melalui rapat-rapat, seperti Rapat Kerja (pengurus organisasi) yang membicarakan rencana-rencana kerja pengurus serta kegiatan anggota yang akan dilakukan dengan satu atau lebih target yang akan dicapai.Rapat Anggaran, untuk menentukan berapa jumlah anggaran yang diperlukan untuk mendukung kerja organisasi atau untuk suatu event / kegiatan (wujudnya daftar RKA) atau proposal kegiatan.
B. Organizing (pengorganisasian): merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi -fungsi tersebut secara tepat. Organizing dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat. Yang harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif.Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah:
• Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan
(relationship) antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain.
• Job Description yang jelas yang mampu menjelaskan tugas masing-masing
bagian.
• Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal. Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat Pimpinan antar Organisasi, dll)
• Penataan dan Pendataan Arsip & Inventaris Organisasi harus diatur dan ditata dengan baik administrasi organisasi, seperti surat masuk, surat keluar, laporanlaporan, proposal keluar, data anggota, AD/ART, GBHK, presensi, hasil rapat, inventarisasi yang dimiliki, perangkat yang dipinjam dll.
C. Motivating (pendorongan): Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai. Motivating mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan pemberian tunjangan, penyediaan fasiliatas yang lengkap dan sebagainya.
D. Accounting (pelaporan): merupakan unsur wajib yang harus dilakukan untuk menunjukkan sikap & rasa tanggung jawab dari pengurus kepada anggotanya ataupun kepada struktur yang berada diatasnya. Wujud kongkritnya adalah: Progress Report (Laporan Pengembangan Kegiatan) atau Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kegiatan
E. Controlling (pengendalian): Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan. Controlling sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan sehingga dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.
   Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untukmenghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber daya dan waktu yang tersedia, menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan, dan menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat. Jadi hubungan antara manajemen, organisasi dan tata kerja dapat dilukiskan seperti di bawah ini.
A. Manajemen: proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
B. Organisasi: alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
C. Tata Kerja: pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.
2.     Fungsi Satuan Organisasi dan Metode
   Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
A. Sebagai wadah: tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.
B. Sebagai proses: memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut:
1. Hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
2. Hub. informal = mempunyai 3 peranan :
a) Sarana komunikasi.
b) Mengatur jalannya kerja.
c) Kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.
C. Sebagai sistem:
1. Sistem sosial (antar sesama manusia).
2. Sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan).
3. Sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi).
Sumber:
https://girlycious09.wordpress.com/2009/12/31/hubungan-timbal-balik-antara-manajemen-organisasi-dan-tata-kerja-dan-proses-organisasi/

http://siapaaditya.blogspot.com/2013/04/fungsi-satuan-organisasi-dan-metode.html

Sabtu, 04 April 2015

Serunya Bermain Clash Of Clans

Serunya Bermain Clash Of Clans

Game Clash Of Clans
Kalian pasti sudah tau dengan game yang satu ini gimana serunya game ini dan gimana asyiknya game ini,iya game Clash Of Clans dimana game ini sudah sangat mendunia terutama bagi kalangan laki-laki tidak hanya itu bagi kalangan perempuan pun game ini sudah sangat terkenal dan banyak yang sudah memainkan game ini,bagaimana tidak game yang sangat seru,menantang,dan menghilangkan rasa bete bagi orang yang sudah memainkan game ini.

Bagaimana tidak dimana kita pertama kali membuka langsung di berika sebuah kota untuk di kembangkan menjadi kota yang sangat berkembang,maju dan menjadi kuat tidak hanya itu game ini juga membuat kita memcoba menggunakan otak untuk membuat defense yang kuat agar tidak di serang musuh tidak hanya itu kita juga mengunakan otak kita untuk menyerang musuh lawan agar kita bisa menghancurkan kota lawan tersebut,dimana kita bisa mencuri sebuah gold yang berwarna kuning,elixer yang berwarna pink serta dark elixer yang berwarna hitam.
Contoh Pertama Saat Buka COC
Tidak hanya itu game ini juga sangat menguji kesabaran kita dimana kita harus bersabar untuk menunggu sebuah bangunan yang kita upgrade selama beberapa waktu ,beberapa jam bisa juga smapai berhari-hari namun game ini menyenangkan karna kita bisa juga mengikuti sebuah kompetisi yang bernama war,dimana war sendiri itu kita harus mempunyai sebuah clan dan kita di ikutkan dalam war tersebut dalam war kita akan berperang melawan clan dari seluruh dunia dan bagaimana kita bisa mengukur bagaimana hebat clan kita dan bagaimana kontribusinya kita terhadap clan tersebut.
Contoh Ketika Sedang War
Jadi saran saya ketika kalian ingin mencoba bermain game Clash Of Clans ini kalian harus bisa mengerti cara bermainnya terlebih dahulu dan bagi para pemula sebaiknya anda terlebih dahulu membaca sebuah artikel tentang game tersebut. Sekian.

Jumat, 03 April 2015

Pentingnya Mengupgrade Wall/tembok

Pentingnya Mengupgrade Wall/tembok

Di sini saya akan menjelaskan bagaimana pentingnya menupgrade sebuah wall/tembok pada permainan Clash of Clans,pada dasarnya orang yang bermain COC tidak begitu peduli dengan wall/tembok padahal wall/tembok itu sangat berguna sekali karna ketika tembok kita upgrade terus akan mempersulit lawan untuk menembus defense yang kita buat.

Ketika kota kita di serang menggunakkan jalur darat tembok itu akan sangat berguna ketika musuh itu mengguna pasukan bernama Wallbreaker apalagi ketika Wallbreaker musuh sudah mencapai lvl yang tinggi atau bagus pasti akan sangat mudah untuk mengahancurkan wall/tembok kita ketika tembok kita masih lvl yang sangat kecil,jadi gunanya mengupgrade sebuah tembok atau wall itu sangat penting sekali dan sangat berguna jangan kalian sepelekan.
contoh bentuk wall berdasarkan level

Demikian penjelasan singkat tentang mengupgrade wall/tembok.

Kamis, 02 April 2015

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE


1. PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE

WADAH      : Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama (Statis)
PROSES      : Pengelompokan manusia dalam kerjasama yang efesien   (bersifat Dinamis) Inilah yang menyebabkan mengapa organisasi selalu bergerak, senantiasa hidup, berkembang dan berubah-ubah.

Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai secara tujuan.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan funsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.

Dari perngertian tersebut terkandung beberapa maksud yaitu :
  • Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat plaksanaan kerja setepat-tepatnya.
  • Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen.
  • Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
  • Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan  efesiansi kerja untuk mencapai tujuan.
Dari uraian diatas terlihat betapa eratnya hubungan manajemen, organisasi dan metode, dan bahkan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu  bidang pengkhususan dari manajemen.

Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manajer) yang harus dilakukan  dengan memprgunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa ngabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara setepat-tepatnya.

Kegiatan manajemen :
a. Berpikir, menduga, menentukan prioritas, kegiatan bersifat non fisik diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi.
b. Proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit kerja dan fungsinya, penempatan orang yang tepat agar pelaksanaan pembagian kerja sesuai dengan perencanaan, dalam penempatan orang atau staf diharapkan objektif.
c.  Membina, mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai, memberikan rangsangan baik bersifat rohaniah atau jasmaniah. Rohaniah: Kenaikan pangkat, Pendidikan dan pengembangan karir, pemberian cuti, penambahan pengalaman, penelenggaraan human relation dengan tepat Jasmaniah: Sistem Upah gaji yang menggairahkan, pemberian tunjangan, distribusi sandang pangan, penyediaan fasilitas rumah, kendaraan dan jaminan pemeliharaan kesehatan.
d.  Mengadakan pengawasan, penyempurnaan, evaluasi agar tujuan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan, mengetahui sampai sejauh mana pekerjaan dijalankan, seberapa besar sumber dimanfaatkan setelah diketahui kemudian dapat dikoreksi, apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Faktor-faktor produksi (seumber-sumber) yang diperlukan :
• Manusia atau Tenaga Kerja (Man/Man Power)
• Uang atau Biaya (Money)
• Bahan-bahan atau Material (Materials)
• Mesin dan Peralatan (Mechines & Equipment)
• Tata Kerja (Methods)
• Pasar (Market)

2. MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Dari uraian dapat dirumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sasma manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan dipihak lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi pada pokonya secara fungsional dapat diartikan sekolompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerja sama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi dalam ranka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consestncy) hubungan manajemen dan organisasi.

3. MANJEMEN DAN TATA KERJA
Tata kerja untuk metode adalah suatu cara bagaimana agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Dengan tata kerja yang tepat  mengandung arti bahwa proses pencapaina tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokonya ditnjukan untuk :

a. Menghindari terjadinya pemborosan didalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia .
b. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsuran dalam proses pencapaian tujuan.
c. Menjamin adanya pembagian kerja , waktu dan organisasi tepat.

Jadi hubungan antar manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya ujuan.
Tata kerja    : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

4. MANAJEMEN, ORGANISASI DAN TATA KERJA
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antar ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a. Manajemen  : proses kegiatan pencapaian tujuan antar kerja sama antar manusia.
b.Organisasi     : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan kerja sama.
c. Tata Kerja   : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tujuan tercapai secara efisien.

Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja, ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.

Sumber : http://ilmanfadilah.blogspot.com/2013/10/arti-pentingnya-organisasi-dan-metode.html