Makalah Tentang Sistem Manajemen Informatika
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Abad
20 yang lalu sering disebut abad informasi karena kenyataan bahwa informasi
sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk juga dalam kehidupan
bisnis.dengan informasi manusia dapat memperoleh apa yang telah terjadi pada
lingkungannya bahkan dari luar lingkungannya. Informasi dari berbagai unsur
perusahaan menjadi perhatian bagi para manajer perusahaan dalam pelaksanaan
transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan.
Tanpa
informasi internal maupun informasi eksternal, sulit bagi para menajer untuk
mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal harus
disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal
diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern seperti mass-media, alat-alat
komunikasi seperti telepon, handphone, TV, atau dari internet.
Dalam
kenyataannya, peran System Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi
perusahaan-perusahaan besar. Bagi perusahaan-perusahaan besar, kebutuhan untuk
mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat
lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah
apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam aplikasinnnya, suatu perusahaan perlu
menimbang-nimbang kepentingan penggunaan system informasi ini diantaranya
berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah tenaga kerja, pola kominikasi serta
jaringan perusahaan dalam dunia bisnis dalam lingkungannya.
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem
merupakan suatu totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain
berinteraksi dan bersama-sama beroperasi mencapai suatu tujuan tertentu didalam
suatu lingkungan, sedangkan Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi
sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan Manajemen adalah
ketatalaksanaan proses pengunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai
sasaran tertentu. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem
Informasi Manajemen(SIM) adalah suatu system manusia/mesin yang terpadu yang
menyediakan informasi untuk mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen dan
pengambilan keputusan di dalam organisasi. Adapun SIM juga dapat didefenisikan
sebagai suatu pendekatan dalam menajemen untuk mengumpulkan data, memproses data
tersebut dan menganalisnya untuk menghasilkan data dan menyajikan informasi
sebagai landasan untuk pengambilan keputusan perusahaan.
Informasi
dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti
halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung
kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat
dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi,
dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber
daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu,
yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan
pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak
dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi
tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem
terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting
(vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective
business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi
yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan
mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan
kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran
atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan
pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti
suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas
pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen
melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan
data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk
menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
Sistem
informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan
dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber
daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan
sebuah “data base”.
B.
Komponen dalam Sistem Informasi Manajemen
Bagi
perusahaan-perusahaan besar, kepetingan system informasi manajemen rasanya
sudah tidak dapat diabaikan. Sistem informasi menajemen dibeberapa perusahaan
besar setidak-tidaknya memiliki 5 komponen, yaitu :
1.
Sistem Pemprosesan Data (Data Proscesing System)
Dimana
system ini merupakan subsistem dari SIM yang melakukan proses penyesuaian
(update) atas berbagai database yang terdapat dalam perusahaan dan
menyajikannya dalam bentuk informasi terkini sebagaimana dibutuhkan oleh
manajemen perusahaan. System pemprosesan data ini dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu batch processing dan online processing. Pemprosesan data secara
batch adalah pengaupdatean database melalui pengumpalan data pada satu periode
tertentu untuk kemudian dilakukan update pada satu waktu tertentu secara
serentak. Pemprosesan data secara online adalah pendekataan yang melakukan
update terus-menerus mengikuti proses pemasukan data yang terbaru.
2.
Sistem Pelaporan Manajemen (Management Reporting System)
Sisitem
pelaporan manajemen mengumpulkan data untuk kemudian diproses untuk
menghasilkan informasi atau laporan yang diperlukan oleh manajer dalam
menentukan perencanaan dan mengambil keputusan. Beberapa jenis pelaporan
manajemen yang sudah dikenal dan dinyatakan, sebagai berikut :
a)
Laporan Detail (Detail Report). Laporan yang memuat informasi detail dari
setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan waktunya serta
informasi detail lainnya.
b)
Laporan Ringkas(Summary Report). Laporan ini memuat beberapa informasi penting
yang diperlukan, yaitu pada manajemen pada level yang lebih tinggi.
c)
Laporan Pengecualian(Exception Report). Merupakan laporan yang menyampaikan
beberapa penyimpangan atas strandar tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
d)
Laporan Atas Permintaan(On Demand Report). Laporan ini dilaporkan atas dasar
permintaan saja.
3.
Sistem Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan (Decision Support System)
System
ini secara terprogram mampu menjawab beberapa kasus dalam perusahaan yang
menyangkut jawaban atas pertanyaan “bagamana apabila”. Decision Support System
dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi
untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Tujuan
dari Decision Support System (DSS) antara lain adalah :
-
Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur
-
Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
-
Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan seorang manajer dari pada
efisiensinya.
Tahap-tahap
dalam pengambilan keputusan antara lain adalah :
-
Kegiatan intelijen,
-
Kegiatan merancang,
-
Kegiatan memilih dan menelaah.
Kegiatan
intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui
kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam
perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan
sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari
kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil
sebuah keputusan dengan tepat.
Kegiatan
merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan
menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap
perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan
alternatif. Pertimbangan-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon
untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau
tidak. Sedangkan kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu
rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian
terhadap tindakan yang telah dipilih.
Perangkat
lunak DSS sering disebut juga dengan DSS generator. DSS generator ini berisi
modul-modul untuk database, model dan dialog manajemen. Modul database ini
menyediakan beberapa hal, seperti: creation, interrogation dan maintenance
untuk DSS database. DSS database memiliki kemampuan untuk menemukan sistem
database yang telah disimpan. Sedangkan modul model digunakan untuk menyajikan
kemampuan membuat, menjaga dan memanipulasi ke dalam bentuk model matematika.
Model dasar ini menampilkan electronic spreadsheet. Model dialog digunakan
untuk menarik perhatian para pengguna untuk berhubungan langsung antara
pengguna dengan komputer dalam mencari solusi.
DSS
digunakan dalam suatu perusahaan dengan alasan :
-
Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.
-
Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
-
Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah
operasi-operasi bisnis.
-
Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam
hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar
menguntungkan.
Sedangkan
Dampak dari pemanfaatan Decision Support System (DSS) antara lain :
-
Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.
-
Problem yang kompleks dapat diselesaikan.
-
Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
-
Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan
dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
-
Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer
yang kurang berpengalaman.
-
Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
-
Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa
manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
-
Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.
4.
Sistem Otomasi Kantor (Office Automatic System)
Otomatisasi
dalam bahasa Inggris disebut automation memiliki padanan kata mechanization dan
computerization (Lernout & Hauspie Speech Products N.V., 1993). Automation
memiliki dua makna yaitu
a)
the use of automatic equipment to save mental and manual labour (penggunaan
peralatan otomatis untuk menghemat pikiran dan tenaga)
b)
the automatic control of the manufacture of a product through its successive
stages (kendali otomatis dalam pembuatan suatu produk dengan tahapan yang
sistematis).
Mechanization
yang memiliki kata kerja mechanize memiliki arti give a mechanical caracter to
(menerapkan sistem mekanis), dan compurization dengan kata kerja computerize
mengandung makna yaitu
a)
equip with a computer, install a computer in (menggunakan komputer)
b)
store, perform, or produce by computer (menyimpan, melaksanakan, atau
menghasilkan dengan komputer) (AND Complex for Windows, 1993).
Uraian
definisi otomatisasi di atas, menunjukkan esensi makna otomatisasi yaitu proses
penggunaan peralatan otomatis yang memiliki sistem kerja sistematis.
Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan tenaga manusia, yang
tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri dan akan kita bahas dalam sub
bab yang akan datang.
Otomatisasi
sangat berkaitan erat dengan mekanisasi dan komputerisasi. Hal ini
mengisyaratkan bahwa otomatisasi berarti penggunaan alat-alat mekanis dan lebih
khususnya komputer. Dengan kata lain, membahas otomatisasi berarti mengupas
berbagai peralatan mekanis dan komputer, tentu saja dengan tetap memperhatikan
relevansinya dengan objek yang diotomatisasi, dalam hal ini perkantoran.
Terkait kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan (services) dalam perolehan,
pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan pengkomunikasian informasi. Cakupan
aktivitas perkantoran meliputi kegiatan-kegiatan seperti pencatatan, pembuatan
dan pengolahan naskah (word processing); penyajian/display,
pengelompokan/sortir, dan kalkulasi data (spreadsheet); pengelolaan database;
melakukan perjanjian, pertemuan, dan penjadwalan (appointment); presentasi;
korespondensi; dokumentasi; dan sebagainya.
Otomatisasi
perkantoran berarti pengalihan fungsi manual peralatan kantor yang banyak
menggunakan tenaga manusia kepada fungsi-fungsi otomatis dengan menggunakan
peralatan mekanis khususnya komputer. Waluyo (2000) menegaskan bahwa era
otomatisasi perkantoran dimulai bersamaan dengan berkembangnya teknologi
informasi, penggunaan perangkat komputer untuk keperluan perkantoran.
Otomatisasi
penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas dan efisiensi proses/kegiatan
perkantoran. Seiring dengan desakan global dan perkembangan teknologi informasi
yang menuntut terselesaikan proses pengolahan informasi secara cepat dan
akurat, kebutuahn peralihan metode dari manual ke otomatis sudah menjadi
keniscayaan untuk segera dipenuhi. Namun, bukan berarti dengan serta merta
meninggalkan seluruh proses manual dan memangkas tenaga kerja, sebab banyak
aspek-aspek lain yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan otomatisasi
5.
Sistem Pintar (Expert System)
System
pintar adalah system kompuetr yang memberikan informasi kepada manajer hal-hal
yang biasanya dibutuhkan dan diperoleh dari seorang pakar atau konsultan. ilmu
kecerdasan buatan merupakan salah satu diantaranya. Kecerdasan buatan
(Artificial Intelligence) adalah ilmu pengetahuan tentang bagaimana membuat
suatu peralatan (mesin) sedemikian rupa sehingga menyerupai kepandaian
manusia.dimana bekerja berdasarkan simbolsimboldan metoda non algoritmik guna
memecahkan suatu persoalan Sistem Pakar (Expert System) adalah bagian dari ilmu
kecerdasan buatan dimana berupa perangkat lunak komputer yang mempunyai
keahliah tertentu. Keahlian yang dimilikinya bersumber pada ilmu pengetahuan
(knowledge) dan ditambah dengan pengalaman praktis yang dimiliki oleh seorang
pakar (Expert). Dengan kemampuan demikian, Sistem Pakar akan sangat berguna
sebagai alat bantu (tool) dalam menyelesaikan masalah yang rumit. Pada makalah
ini dibahas tentang aplikasi dari Sistem Pakar untuk membantu suatu pengelolaan
instrumentasi alat ukur dari suatu sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data
adalah suatu sistem perolehan data dari suatu pengukuran, data yang diperoleh
disimpan dalam komputer untuk pengolahan lebih lanjut. Sistem akuisisi data
terdiri dari pengkuran, pengumpulan dan pengolahan data. Elemen dasar pada
sistem ini yaitu sensor, alat ukur elektronik (instrumentasi), antarmuka
(interface) dan perangkat komputer. Untuk mendapatkan hasil yang baik dari
sistem ini diperlukan pula kualitas dan tingkat kondisi yang "sehat"
(baik) dari setiap elemen. Dengan demikian diperlukan adanya pengelolaan dan
perawatan elemen sistem dengan benar dan baik.
C.
Fungsi, Tugas dan Tujuan SIM
Sistem
Informasi Manajemen memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah fungsi
pengumpulan data internal maupun eksternal perusahaan secara sistematik yang
secra periodic mengalami penyesuaian, seperti data-data penjualan perusahaan
secara periodic, barang-barang inventori, biaya harga, jumlah dan trend
produksi, serta jumlah tenaga kerja didalam perusahaan. Dta-data eksternal
seperti perilaku perusahaan pesaing, tren pasar, tren demografi termasuk
didalamnya perilaku konsumen, hukum-hukum atau undang-undang yang diberlakukan
dalam dunia bisnis, setra misalnya perubahan terjadi pada perusahaan penyuplai
barang dan transportasi. Fungsi kedua adalah pemprosesan data menjadi informasi
yang bermanfaat bagi para pengambil keputusaan manajemenen. Data-datang yang
telah dikumpul kemudian diklasifikasikan, diolah, dan dianlaisis atas dasar
fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan kepentingan perusahaan. Hasil dari kedua
fungsi terseut kemudian disajikan dala suatu bentuk laporan yang membuat
informasi-infomasi penting yang yang dibutuhkan perusahaan, terutamanya bagi
pengambil keputusan dan manajemen perusahaan.
Tujuan
Sisitem Informasi Manajemen adalah untuk meningkat efektivitas para menajer
yang menggunakan Informasi tersebut. Peningkatan tersebut dapat dilakukan
dengan cara :
a.
Mengusahakan sebanyak mungkin keputusan-keputusan yang diambil sebaai dasar
tujuan organisasi.
b.
Melancarkan semua kegiatan yang bersifat rutin agar dapat mengurai waktu
supervisi.
c.
Memeberi tanda sejauh mungkin sebagai peringatan untuk menghadapi kesukaran
yang mungkin timbul diluar dugaan.
d.
Menyajikan informasi kepada manajer yang akan membantu membuat keputusan yang
lebih baik secara cepat dan tepat. Informasi harus jelas kepada manajer yang
membutuhkan.
Adapun
tujuan lainnya yaitu Sisem Informasi manajemen membantu segala jenis bisnis
meningkatkan efesiensi dan efektivitas proses bisnis dalam pengambilan
keputusan manajerial dan kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat
posisi kompetitif dalam pasar yang cepat berubah. Supaya informasi yang
dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level)
manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang
bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut
keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga
SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data
maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa
penjabaran fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
-
Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi
para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
-
Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem
informasi secara kritis.
-
Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
-
Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem
informasi.
-
Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
-
Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem
informasi dan teknologi baru.
-
Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
-
Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi,
mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau
pelayanan mereka.
BAB II
Contoh-contoh
penerapan SIM
Berikut
ini adalah beberapa contoh penerapan Teknologi sistem Informasi manajemen untuk
mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya.
Dalam
bidang Pendidikan
Teknologi
pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam
pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, makalah Teknologi Informasi dan
Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data,
audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana
memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan
karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak
jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh
hasil yang lebih baik.
Bidang
Kesehatan
Pemanfaatan
Teknologi Informasi dalam bidang kesehatan salah satunya ialah sistem yang
berbasis kartu cerdas (smart card). Sistem ini dapat digunakan juru medis untuk
mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit, karena dalam
kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Contoh
lainnya ialah digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta
penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor
dalam tubuh pasien.
Dibidang
Industri
Dengan
adanya komputer, proses produksi dalam suatu industri akan lebih efisien dan
lebih efektif. Komputer dapat digunakan untuk pengawasan numerik (numerical
control) atau pengawasan proses (process control). Pengawasan numerik merpakan
pengawasan secara otomatis terhadap posisi operasi berbagai mesin, misalnya,
grenda, mesin press, mesin pemotong. Sedangkan merupakan sistem otomatis dalam
operasi industri untuk mengatur secara otomatis vaiabel-variabel yang
mempengaruhi proses produksi yang sulit dilakukan oleh manusia, termasuk
pengawasan kualitas produk.
Dibidang
Perbankan
Komputer
yang digunakan untuk menhgasilkan informasi bagi pihak manajemen bank juga
untuk meningkatkan pelayanan terhadap nasabah. Layanan informasi itu seperti,
informasi saldo, informasi transakasiyang pernah dilakukan, tagihan kartu
kredit, serta pembayaran tagihan telepon, listrik, maupun transfer dana.
Dibidang
Kedokteran
Penyediaan
berbagai program aplikasi untuk sarana edukasi seperti, program untuk
mempelajari matenmatika, biologo, bahasa Inggris. Dalam teknologi e-learning,
komputer bisa membantu siswa yang tuli mempelajari bahasa kode, atau bahkan
untuk admisnistrasi sekolah dan perpustakaan online.
Dibidang
Penerbangan
Komputer
banyak digunakan pada klinik-klinik dan rumah sakit untuk membantu dokter dalam
mendiagnosa penyakit dan menemukan obat yang tepat. Komputer dapat digunakan
untuk menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat. Sistem
CAT (Computerized Axial Tomography) memungkinkan mengambil gambar otak dan
organ tubuh lainnya.
Dibidang
Kriminalitas
Komputer dapat menghasilkan statistika
kriminalitas di suatu daerah sehingga dapat membantu pengaturan patroli yang
diperlukan. Crime analysis support system merupakan program yang dapat
mengidentifikasi suatu daerah yang kemungkinan akan terjadi kriminalitas. Data
mengenai sidik jari pun dapat disimpan di komputer, yang nantinya dapat
digunakan untuk mrngidentifikasi pelaku kejahatan berdasarkan data sidik jari
tersebut.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bahwa
sebuah SIM dan Informasi itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari agar
kita sebagai manusia dapat mengerti pentingnya sebuah informasi bagi dirinya
dan dapat mengetahui berita apa yang sedang tenar saat ini,penerapan SIM pada
kehidupan sehari-hari juga sangat berguna agar kita dapat di butuhkan oleh
perusahaan yang bagus. Pada dasarnya SIM itu sangat di butuhkan manusia agar
manusia tersebut memahami apa itu pentingnya teknologi.
B. Saran
Agar
dapat di kembangkan terus sebuah informasi agar manusia mengetahui apa yang
sedang terjadi dan dapat menambahkan wawasan bagi manusia itu sendiri.
Sumber : DAFTAR PUSTAKA
Raymond
McLeod, Jr. System Informasi Manajemen, penerjemah: Hendra Teguh SE,AK. editor:
Hardi Sukardi MBA,Msc.,SE (MM – UI).
Gordon
B. Davis, Kerangka Dasar System Informasi Manajemen Bagian I Pengantar.
Husein,
Muhammad Fakhri dan Amin Wibowo.2002. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta :
UPP AMP YKPN,
O’Brien,
James A.2005. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta : Salemba Empat,
