Sistem Perilaku Organisasi
1. Organisasi Sebagai Sebuah Sistem
Definisi
sederhana dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan
yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan
dan lain-lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk
menjadi output diperlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya
manusia, uang, informasi dan lain – lain. Sistem sendiri dapat didefinisikan
sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan
bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Di dalam
organisasi terjadi konversi dari input menjadi output dan di perlukan banyak
proses yang saling berhubungan dari fungsi-fungsi struktural yang ada sebagaicontoh
RND, Produksi, Accounting, Marketing, IT dan lain -lain. Proses berjalan
sampaimenjadi output dan akan di dapat data yang di hasilkan selama berjalan.
Diharapkan data dapat diolah menjadi informasi dan di kembalikan kembali ke
setiap fungsi departemen dimana akan di gunakan untuk mengukur kinerja, kontrol
dan untuk pendukung dari pengambilan keputusan. Ratusan atau ribuan proses ini
saling berhubungan dan bekerja sama dapat kita namakan dengan istilah business
process. Business process akan berkembang terus sejalan dengan berkembangnya
organisasi. Organisasi bukan sekedar shared vision, strategy, structure,
system, style, staff and
skills. Organisasi bisa dilihat sebagai sistem
sosial, ini cara paling pas melihat organisasi dari perspektif lebih lebar.
Inilah cara menterjemahkan “patterns” dan “events”. Pada masa lalu, kita
melihat organisasi hanya fokus pada bagian-bagian tertentu. Bila sebuah
departemen bekerja bagus sendiri dan tak terkoneksi dengan departemen lainnya,
akibatnya organisasi akan menderita. Saat ini, banyak manajer mengakui begitu
banyaknya bagian dalam organisasi, khususnya keterkaitan antar bagian seperti
koordinasi antara pusat dan daerah, mandor dan buruh dan lain-lain. Para
manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja di dalam organisasi dan
feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi, manajer tidak serta merta
fokus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan melihat pola keterkaitan yang
lebih besar. Manajer lebih fokus pada hasil yang ingin dicapai organisasi. Caranya,
manajer lebih fokus pada struktur yang bisa menciptakan perilaku yang
mempengaruhi tindakan dibandingkan reaktif pada tindakan-tindakan yang selalu
berulang sejak masa lalu.
* Teori Sistem dan Berfikir Sistem
Salah satu
terobosan penting dalam melihat dunia yang kompleks adalah teori sistem.
Aplikasi teori ini dikenal sebagai analisis sistem. Salah satu alat bantu
analisis sistem adalah berfikir sistem. Secara awam, berfikir sistem adalah
sebuah cara membantu seseorang melihat dunia, termasuk organisasi dari
perspektif yang luas termasuk struktur, pola dan tindakan dibandingkan melihat
tindakan secara khusus. Cara pandang yang luas membantu menemukenali isu-isu
yang mendasar dan tahu cara paling jitu mengatasinya.
*Karakter Sistem
Perilaku
keseluruhan sistem bergantung pada keseluruhan struktur bukan penjumlahan dari
bagian-bagiannya. Struktur menentukan perilaku yang bermacammacam, dan pada
gilirannya menentukan berbagai kegiatan. Kerapkali, kita hanyamelihat dan
menanggapi tindakan-tindakan. Inilah tindakan-tindakan yang reaksioner. Kita
lupa pada skema-skema yang lebih besar. Seringkali di dalam organisasi, kita
berfikir bisa memecah belah sistem dan hanya merespon bagian-bagian di dalam
sistem atau memilah bagian-bagian dari sebuah topik. Teori sistem mengingatkan
kita bila Anda mencincang sebuah gajah, maka Anda tak mendapatkan segerombolan
gajah-gajah kecil. Sistem memiliki batas maksimum. Bila kita mencoba
menciptakan sistem yang lebih besar, maka sistem itu akan memecah diri untuk
mencapai kestabilan baru. Terlalu sering di dalam organisasi, kita selalu
mencoba tumbuh dan membesar sampai batas sistemnya. Pada titik ini, kita
lagi-lagi hanya melihat tindakan, bukan
perilaku, kebiasaan atau struktur yang
mempengaruhinya. Jadi kita hanya berfikir jangka pendek dan selalu menciptakan
problem baru. Ciri sistem yang lain yaitu sistem cenderung mencari keseimbangan
di lingkungannya. Sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya,
cenderung cepat mencapai batasnya seperti feedback dari client atau pelanggan.
Relasi sirkular hidup antara keseluruhan sistem dan bagian-bagiannya. Coba
perhatikan sebuah organisasi biasanya selalu mengalami problem yang sama dan
terus berulang. Problem senantiasa melingkar di dalam organisasi. Dan pada
gilirannya, anggota organisasi bisa menemu-kenali pola berulang tapi tidak bias
menemukan si siklusnya sendiri. Bila kita bisa menemukan siklus dan
sirkularnya, kita bisa melakukan intervensi yang sistemik.
2. Organisasi Sebagai Sistem
Sosial
Seperti
telah dibahas sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu kelompok
orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa
barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain-lain. Sedangkan pengertian dari sosial
adalah manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya (dikutip
dari W3dictionary). Dengan demikian system sosial merupakan orang-orang dalam
masyarakat dianggap sebagai sistem yang disusun oleh karakteristik dari suatu
pola hubungan dimana sistem tersebut bekerja untuk mewujudkan keinginannya.
Beberapa hal yang menggambarkan organisasi sebagai system social antara lain
dengan adanya organisasi social dan organisasi social. Perilaku organisasi adalah
telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak di dalam
organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi sebagai sistem
sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti publik,
bisnis, sosial dll. Sebagai contoh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia)
sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepakbola tidak hanya
terpaku pada satu aspek kajian yaitu sepakbola. Bidang-bidang lain juga harus
dikaji untuk memajukan organisasi dan mencapai tujuannya memajukan sepakbola
Indonesia. Aspek yang dikaji antara lain aspek bisnis, publik dll. Mungkin anda
bertanya,”Apa kaitan sepakbola dengan bisnis?”. Pada Zaman sekarang ini
olahraga khususnya sepakbola memiliki kaitan dengan aspek bisnis contohnya hak
siar televise, iklan sponsor yang dapat menghasilkan income. Kemudian apa
hubungannya dengan social? Dalam aspek bisnis, masyarakat merupakan pasar.
Sedangkan dalam bidang olahraga masyarakat adalah factor pendukung dimana
masyarakat itu sendiri adalah bagian dari social. Berdasarkan contoh di atas,
kita tahu bahwa hampir semua pekerjaan dilakukan dalam lingkup sosial.
Begitupula dengan organisasi, organisasi akan berjalan dengan baik jika diaturr
dengan sistem yang baik sehingga cakupan sosial didalamnya dapat bekerja sesuai
pakem yang telah diatur dalam suatu sistem. Cakupan social yang dimaksud adalah
pekerjaan, komunikasi serta koordinasi yang dilakukan dalam organisasi tersebut
untuk mencapai tujuan bersama.
Faktor-faktor Organisasi antara lain (menurut John
Willey)
- Manusia
- Teknologi yang digunakan
- Tugas/ kerja
- Budaya organisasi
Manusia
merupakan salah satu factor penting dalam organisasi. Manusia itu sendiri
merupakan makhluk social. Dan dalam organisasi
manusia bekerja tidak sendiri, maka
manusia melakukan komunikasi serta koordinasi dalam
bekerja. Dengan demikian aspek
social tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dan
dapat dikatakan juda bahwa Sistem social itu juga merupakan organisasi dan
sebaliknya.
Sumber:
http://dukhonajjib.blogspot.com/2013/04/sistem-perilaku-organisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar