Music

Rabu, 12 November 2014

Konsep Sistem dan Sistem Informasi Pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan.

Konsep Sistem dan Sistem Informasi Pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan.

1.Definisi Sistem
Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan .Sub system adalah sistem di dalam suatu system dimana system berada pada lebih dari satu tingkat.Suatu system adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah Super sistem.

2.Karakteristik Sistem
a.Komponen (Elemen), yaitu komponen dari suatu sistem yang dikenal sebagai subsistem.
b.Batasan (Boundary), yaitu daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan yang lainnya.
c.Lingkungan Luar Sistem (Environment), yaitu segala sesuatu di luar dari batas sistem yang memepengaruhi operasi dari suatu sistem.
d.Penghubung Sistem (Interface), yaitu suatu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya.
e.Masukan (Input), yaitu energy yang dimasukan kedalam sistem. Pada system informasi, masukan dapat berupa data transaksi, data non transaksi, dan instruksi.
f.Keluaran (Output), yaitu hasil dari pemrosesan, dapat berupa keluaran yang berguna (informasiatauproduk), maupun keluaran yang tidak berguna (limbah). Pada system informasi keluaran dapat berupa informasi, saran, dan cetakan laporan.
g.Sasaran Sistem (Objective), yaitu suatu tujuan yang ingin dicapai oleh suatu sistem.

3.Klasifikasi Sistem
a.Sistem Abstrak, yaitu sistem yang berisi gagasan atau konsep.
Contoh: SistemTeologi.

b. Sistem Fisik, yaitu sistem yang secara fisik dapat dilihat.
Contoh: Sistem Komputer, SistemTransportasi.

c.Sistem Deterministik, yaitu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat.
Contoh: Program Komputer.

d. Sistem Probabilistik, yaitu sistem yang tidak bisa diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas.
Contoh: Arisan, Stok Barang.

e. Sistem Tertutup, yaitu sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energy dengan lingkungan.
Contoh: Reaksi kimia dalam sebuah tabung tertutup.

f.Sistem Terbuka, yaitu sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan.
Contoh: Sistem Keorganisasian, Sistem Penawaran.

g.Sistem Alamiah, yaitu sistem yang terjadi karena alam.
Contoh: Sistem Tata Surya.

h.Sistem Buatan Manusia, yaitu sistem yang dibuat oleh manusia.
Contoh: Sistem Komputer.

4.PembentukanSubsistem
a.Pengunsuran (Factoring), perancangan system menuntut keseluruhan sistem. Tetapi hal ini tidak terlalu besar untuk dianalisa secara rinci, maka diuraikan/dibagi secara subsistem. Sistem hasil proses pengunsuran membentuk struktur.

b.Penyederhanaan (Simplifikasi), setiap system atau subsistem memiliki masukan, keluaran, dan interface dengan subsistem-subsistem lainnya, sehingga akan menyebabkan banyak interface yang harus didefiniskan. Oleh karena itu diperlukan suatu penyederhanaan pada penggambaran interface.
Contoh: 4 subsistem berinteraksi akan memiliki 6 interface, 20 subsistem akan memiliki 190 interface. Rumusnya ½ n (n-1), n adalah banyaknya subsistem.
Setiap jalinan adalah interface yang berpotensi untuk komunikasi antar subsistem dan mengandung jalur informasi. Proses penyederhanaan dapat dilakukan dengan:
•Gugus (Cluster), yaitu subsistem ditentukan mana yang berinteraksi dengan lainnya kemudian dibuat sebuah jalur interface dari gugus menuju subsistem lainnya.
•Metodeuntukpemisahan (Decoupling) diadakan agar  tidakmemerlukananalisisinteraksi yang tepat.

c.Pemisahan (Decoupling)
Dua subsistem yang berhubungan sangat erat membutuhkan waktu yang suatu koordinasi dan penjadwalan waktu yang ketat. Pemecahannya adalah dengan memisahkan atau mengendorkan hubungan tersebut sehingga kedua system dapat beroperasi sejenak secara bebas.
Contoh: Seandainya bahan baku langsung diproduksi pada saat tiba di pabrik, maka dikatakan system bahan baku digandeng erat dengan system produksi. Pengaturan waktunya harus tepat untuk menghindari penundaan dalam produksi atau terlalu cepat kedatangan sehingga tidak ada tempat untuk penyimpanan. Proses produksi dapat mengalami penundaan tak terduga atau tak terencana.

5.Pengendalian Dalam Sistem
a.Diwujudkan dengan menggunakan umpan balik.

b.Untuk mengatur agar system berjalan sesuai dengan tujuan.

c.Dilakukan dengan membandingkan keluaran system dengan keluaran yang diinginkan.

6.Umpan Balik

a.Umpan balik positif, untuk menambah kekuatan atau mendorong proses supaya memberikan hasil yang baik, tanpa harus menunggu terjadinya peyimpangan.
Contoh: Peramalan arus saldo kas di masa mendatang dengan membuat system anggaran kas pada system perencanaan kas.

b.Umpan balik negatif, menyesuaikan penyimpangan terhadap standar.
Contoh: Penerapan thermostat pada system pendingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar